Selasa, 21 Juli 2015

Korea Utara tidak tertarik berunding dengan AS

Korea Utara tidak tertarik berunding dengan AS

Kim Jong-Un
Korea Utara sudah tiga kali melaksanakan uji coba nuklir.
Korea Utara mengatakan tidak tertarik pada bentuk dialog dengan Amerika Serikat yang sudah mengarahkan kesepakatan internasional atas program nuklir Iran.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Korea Utara, menyebutkan kemampuan nuklirnya merupakan penangkis penting dalam menghadapi yang disebut sikap bermusuhan militer Amerika Serikat.
Kantor berita resmi KCNA -yang memuat pernyataan itu- juga melaporkan juru bicara Kementerian Luar Negeri menyatakan Korea Utara berbeda dengan Iran karena negara itu sudah memiliki senjata nuklir.
Pemerintah Pyongyang juga menghadapi sanksi ekonomi seperti yang diberlakukan kepada Iran namun perundingan nuklir Korea Utara terhenti sejak tahun 2009 lalu.
Program nuklir Korea Utara menjadi kekhawatiran di kawasan, setelah negara itu melaksanakan uji coba senjata nuklir pada tahun 2006, 2009, dan 2013.
Para pengamat menduga Korea Utara membangun senjata nuklir yang kecil.

Kesepakatan nuklir Iran bersama dengan enam kekuatan internasional yang dicapai pekan lalu akan membatasi kegiatan nuklir Iran dan sebagai imbalannya sanksi ekonomi internasional atas negara itu akan dicabut.
Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan resolusi yang mendukung kesepakatan namun Kongres Amerika Serikat -yang mengkritik Presiden Barack Obama- masih akan membahasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar