Allah
SWT. memberikan Keberkahan dan Keistimewaan di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah Bulan yang penuh dengan keberkahan, dimana saat itulah Al- Quran diturunkan yaitu pada tanggal 17 Ramadhan, dan bukan hanya itu saja, di Bulan Ramadhan juga terdapat malam Lailatul Qadr atau malam yang lebih baik dari seribu bulan.Oleh karena itu kita dianjurkan untuk beriktikaf atau memohon ampun kepada Allah SWT dan di Bulan Ramadhan juga terdapat malam Nuzulul Quran.Sama halnya dengan malam Lailatul Qadr kita juga dianjurkan untuk beriktikaf, memohon ampun kepada Allah SWT, berdoa , bershalawat serta mendekatkan diri lebih dekat kepada Allah SWT., dan lain sebagainya.
Selain keistimewaan diatas, Allah SWT. juga memberikan keistimewaan yang hanya mampu didapatkan oleh kaum muslim wa muslimah yang ingin memanfaatkan Bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh keberkahan diantaranya, adalah :
- Keistimewaan pertama, diturunkannya Al-Quran di
dalam bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia dari kegelapan menuju cahaya. Dengan kitab ini,
Allah memperlihatkan kepada mereka kebenaran (al-haq) dari kebatilan. Kitab
yang di dalamnya terkandung kemaslahatan (kebaikan) dan kebahagiaan
(kemenangan) bagi umat manusia, serta keselamatan di dunia dan di akhirat.
- Keistimewaan ke dua, diwajibkannya berpuasa di
bulan tersebut kepada umat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, ketika Allah
Taala memerintahkan hal tersebut dalam firman-Nya (yang artinya), Karena itu, barangsiapa
di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah
ia berpuasa pada bulan itu (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
- Puasa Ramadhan
merupakan salah satu rukun Islam [1], di antara kewajiban yang Allah Taala
wajibkan, dan telah diketahui dengan pasti bahwa puasa Ramadhan adalah bagian
dari agama, serta berdasarkan kesepakatan (ijma) kaum muslimin. Barangsiapa
yang mengingkarinya (kewajiban puasa Ramadhan), maka dia telah kafir.
- Barangsiapa yang
berada di negeri tempat tinggalnya (mukim atau tidak bepergian) dan sehat, maka
wajib menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sebagaimana firman Allah Taala
(yang artinya), Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat
tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu (QS.
Al-Baqarah [2]: 185) Dan barangsiapa yang bepergian (musafir) atau sakit, maka
wajib baginya mengganti puasa di bulan yang lain, sebagaimana firman Allah
Taala (yang artinya), Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka),
maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada
hari-hari yang lain (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
- Dari sini jelaslah
bahwa tidak ada keringanan untuk tidak berpuasa di bulan tersebut, baik dengan
menunaikannya di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan kecuali bagi orang
yang sudah tua renta atau orang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya.
Kedua kelompok tersebut tidaklah mampu berpuasa, baik di bulan Ramadhan atau di
luar bulan Ramadhan. Bagi keduanya terdapat hukum (aturan) lain yang akan
datang penjelasannya, in syaa Allah.
- Dan termasuk di
antara keutamaan bulan Ramadhan adalah apa yang dijelaskan oleh Nabi
shallallahu alaihi wa sallam dalam shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu
anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
- Jika bulan Ramadhan
tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan
setan-setan dibelenggu [2]
Hadits ini menunjukkan
atas keistimewaan yang agung dari bulan yang penuh berkah ini, yaitu,
- Pertama, dibukanya
pintu-pintu surga di bulan Ramadhan. Hal ini karena banyaknya amal shalih yang
disyariatkan di bulan tersebut yang menyebabkan masuknya seseorang ke dalam
surga. Sebagaimana firman Allah Taala,
- Masuklah kamu ke
dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan (QS. An-Nahl [16]: 32).
- Kedua, ditutupnya
pintu-pintu neraka di bulan ini, disebabkan oleh sedikitnya maksiat yang dapat
memasukkan ke dalam neraka, sebagaimana firman Allah Taala,
- Adapun orang yang
melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya
nerakalah tempat tinggal(nya) (QS. An-Naziat [79]: 37-39).
Dan juga firman Allah
Taala,
- Dan barangsiapa yang
mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya baginyalah neraka jahannam,
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya (QS. Jin [72]: 23).
- Ketiga, setan-setan
dibelenggu di bulan Ramadhan. Setan tidak mampu untuk menggoda (menyesatkan)
manusia, menjerumuskan manusia dalam kemaksiatan, atau memalingkan manusia dari
amal shalih, sebagaimana yang setan lakukan di selain bulan Ramadhan.
Tercegahnya manusia -di bulan yang penuh berkah ini- dari melakukan berbagai
hal yang keji merupakan rahmat untuk kaum muslimin, sehingga mereka pun
memiliki kesempatan untuk mengerjakan berbagai amal kebaikan dan menghapus dosa-dosa
mereka.
- Dan termasuk dalam
keutamaan bulan yang penuh berkah ini adalah dilipatgandakannya amal kebaikan
di dalamnya. Diriwayatkan bahwa amalan sunnah di bulan Ramadhan memiliki pahala
yang sama dengan amal wajib. Satu amal wajib yang dikerjakan di bulan ini
setara dengan 70 amal wajib. Barangsiapa yang memberi buka puasa untuk seorang
yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka, dan
baginya pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala oarang yang berpuasa
tersebut sedikit pun.
- Semua kebaikan,
berkah, dan anugerah ini diberikan untuk kaum muslimin dengan datangnya bulan
yang penuh berkah ini. Oleh karena itu, hendaklah kaum muslimin menyambut bulan
ini dengan kegembiraan dan keceriaan, memuji Allah yang telah mempertemukannya
(dengan bulan Ramadhan), dan meminta pertolongan kepada-Nya untuk dapat
berpuasa dan mengerjakan berbagai amal shalih di bulan Ramadhan.
- Sesungguhnya
Ramadhan adalah bulan yang agung dan mulia, bulan yang penuh berkah bagi umat
Islam. Kami memohon kepada Allah Taala untuk menganugerahkan keberkahan bulan
Ramadhan kepada kami. [3]. [ ]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar